Transisi demografi

Sesuai dengan namanya yaitu “TRANSISI” yang berarti “PERUBAHAN”, teori ini ngejelasin tentang perubahan yang terjadi pada struktur penduduk. Berubahnya itu, dari struktur penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi menjadi struktur penduduk yang tingkat pertumbuhannya rendah (lihat grafiknya). Pada awalnya dulu, tingkat pertumbuhan penduduk sangatlah tinggi. Dikatakan pertumbuhannya tinggi karena pada masa itu banyak sekali bayi-bayi yang dilahirkan sekaligus banyak juga kematian yang terjadi pada penduduk di segala umur. Coba deh perhatikan gambar di bawah ini. Ini grafik di buat berdasarkan sumber data dari World Population Prospect, Economic and Social Affairs, UN. transisi-demografi-indonesi Transisi Demografi Indonesia Tahun 1950-2050 Sumber : World Population Prospect, Economic and Social Affairs, UN Garis yang berwarna biru itu menggambarkan angka kelahiran. Garis yang berwarna merah itu menunjukkan angka kematian. Nah, secara teoritis, kejadian “PERUBAHAN” itu tidak terjadi serta merta begitu saja. Butuh waktu yang sangat panjang untuk bisa menurunkan angka kelahiran dan angka kematian tersebut. Proses terjadinya perubahan itu dikategorikan dalam 4 tahapan. Tahap 1 adalah masa dimana angka kelahiran dan kematian, keduanya ada pada tingkat yang tinggi. Pada saat itu belum ada program pengaturan kelahiran sehingga jumlah bayi yang lahir tidak terkendali. Coba deh diingat-ingat, angkatannya nenek uyut kita rata-rata anaknya banyak kan. Paling dikit, yaaa…6 anak kali ya. Selain angka kelahiran tinggi, angka kematian juga tinggi. Disebabkan karena penyakit, perang, kelaparan, dan sebagainya. Teknologi kesehatan belum canggih pada masa itu. Tahap 2 yakni masuk lah pada tahap dimana angka kematian mulai turun. Yang lebih dulu dapat ditanggulangi adalah angka kematian. Karena mulai berkembangnya ilmu pengobatan. Ingat tidak, penemuan PENICILLIN ? Itu ditemukan tahun 1930-an oleh Alexander Fleming yang awalnya untuk keperluan perang. Penicillin baru boleh disebarluaskan pada tahun 1945 (baca : http://media.isnet.org/iptek/100/Fleming.html). Akan tetapi, pada tahap ini, angka kelahiran masih tinggi. Akibatnya, laju pertumbuhan penduduk masih sangat tinggi, karena jumlah penduduk bertambah terus akibat kelahiran sementara kematian sudah dapat di bendung. Tahap 3 merupakan tahapan dimana angka kelahiran mulai turun. Coba perhatikan garis biru di grafik diatas. Mulai terjadi penurunan mulai tahun 1970-an. Pada tahun itu, sedang maraknya program keluarga berencana di Indonesia (coba baca : http://prov.bkkbn.go.id/jateng/program_detail.php?prgid=7). Selain karena campur tangan program pemerintah, turun nya angka kelahiran juga disebabkan oleh perpindahan penduduk dan juga meningkatnya kesejahteraan keluarga, terutama pendidikan. Tahap 4 a.k.a tahap akhir ditandai dengan rendahnya kedua indikator tersebut. Angka kelahiran rendah, artinya jumlah bayi yang dilahirkan oleh setiap perempuan lebih sedikit dan juga angka kematian lebih rendah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar